POLEMIK PENDIDIKAN DI INDONESIA

POLEMIK PENDIDIKAN DI INDONESIA
live smart

Rabu, 10 Desember 2014

contoh proposal wirausaha


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman dan lingkungan maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli sesuatu. Salah satu hal dimana orang sangat hati-hati dan teliti sekali dalam memilih dan membeli adalah ketika  membeli makanan.
Zaman dulu orang membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, ini terutama bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Dua hal inilah yang menjadi prioritas utama dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang mereka beli.
Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam membeli makanan adalah memperhatikan rasa, gizi yang terkandung dalam makanan tersebut, baru kemudian memikirkan harga. Oleh karena itu,  roti banyak menjadi pilihan manusia untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa, roti menawarkan cukup banyak rasa yang ditawarkan dan enak, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia, dari segi harga, roti mudah dijangkau semua kalangan masyarakat.
Berdasarkan fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kami mendirikan usaha jualan roti bakar, dimana dari segi rasa memenuhi rasa enak, dari segi gizi roti bakar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen karena mengandung karbohidrat, protein dll. Dari segi harga roti bakar terbilang mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

1.1              Visi
-          Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
-          Menjadi salah satu usaha kuliner tersukses di Jakarta, bahkan Indonesia.
-          Menjadi produsen roti bakar nomor 1 di Indonesia.


1.2          Misi
-          Terus berinovasi dalam menciptakan menu-menu yang unik dan menarik.
-          Menciptakan ide-ide kreatif sebagai penarik minat para pembeli.
-          Memberikan pelayanan yang baik dan ramah dalam upaya menarik pembeli.
-          Menjual produk dengan harga yang terjangkau tetapi dengan kualitas dan rasa yg memukau.


1.3         Tujuan Usaha
Menjadi salah satu usaha kuliner yang sukses di Jakarta dengan omset yang tinggi sehingga dapat membuka banyak cabang di Indonesia dan menampung banyak karyawan.

BAB 2
RINGKASAN BISNIS

2.1       Profil Usaha

Nama Usaha    : Kedai Roti Bakar
Jenis Usaha     : Kuliner
Alamat Usaha : Jalan Raya Kemuning No.21, Jakarta Pusat
Telepon           : 085690174304

2.2       Gambaran Awal Usaha
Usaha ini merupakan usaha saya yang pertama. Dalam tahap awal saya akan meminjam dana dari Bank sebagai tambahan awal modal kami dalam mendirikan usaha ini. Selanjutnya saya akan menyewa tempat sebagai lokasi usaha saya dan membuat surat izin usahanya.

BAB 3
 PRODUK

3.1       Gambaran Produk
Produk roti bakar saya berbeda dari roti-roti bakar yang lainnya. Saya mempunyai ide dan inovasi tersendiri dalam menciptakan menu roti bakar. Saya tidak hanya menjual roti bakar biasa pada umumnya, tetapi saya juga mempunyai menu spesial yakni roti bakar buah dan roti bakar ice cream. Tidak hanya menjual roti bakar, saya juga menjual aneka minuman seperti aneka macam jus buah, sirup, bebagai jenis kopi, maupun ice cream. Saya harap dengan ide dan inovasi saya dalam menjual roti bakar, dapat menarik para pembeli sehingga dapat meningkatkan omset penjualan saya.

3.2    Gambaran Persaingan
Untuk saat ini saya mempunyai beberapa pesaing. Pengaruh pesaing terhadap
penjualan roti bakar saya agak sedikit berpengaruh karena pesaing saya sudah terlebih dahulu berjualan roti bakar dan juga tempat berjualannya yang cukup strategis sehingga banyak orang yang melakukan aktifitas disekitar ditempat tersebut sering berkunjung dan membeli roti bakar mereka.

3.3    Gambaran Penjualan
Dalam pelaksanaannya nanti, saya akan menjual roti bakar ditempat yang strategis, yakni di Jalan Kemuning Raya No.21 Jakarta Pusat  yang merupakan salah satu tempat yang strategis di Jakarta. Tentu dalam penjualannya nanti, ada strategi-strategi penjualan yang akan saya pakai dalam menarik calon pembeli. Besar harapan saya agar dalam pelaksanaannya nanti penjualan roti bakar saya dapat berjalan dengan sukses.
BAB 4
ANALISIS SWOT

1. Strenght (Kekuatan)
Ø  Mempunyai ciri khas menu yang berbeda dengan usaha roti bakar yang lainnya yaitu roti bakar buah dan roti bakar ice cream.
Ø  Tempatnya strategis dan mempunyai cabang di mana-mana sehingga mudah untuk dikunjungi.
Ø  Rasanya sangat enak.
Ø  Harganya cukup murah ,terjangkau, pelayanan memuaskan, rapi dan bersih.
Ø  Selai yang digunakan untuk roti bakar berasal dari buah segar dan tanpa pengawet karena dibuat sendiri.

2. Weakness (Kelemahan)
·         Tidak cocok bagi orang yang tidak suka roti, buah, ataupun ice cream.
·         Belum mempunyai cabang.
·         Kurang modal untuk memulai usaha.
·         Harga bahan baku tidak stabil (dalam pembuatan selai).

3. Opportunity (Peluang)
Ø  Digemari sebagian besar masyarakat.
Ø  Ciri khas menu yaitu roti bakar menjadikan usaha ini sangat menjanjikan.
Ø  Cabang yang semakin banyak membawa konsumen mudah mendatanginya.
Ø  Budaya masyarakat yang konsumtif.

4. Threat (Ancaman)
·         Banyak saingan diluar sana.
·         Harga bahan baku yang sewaktu-waktu bisa naik dapat menyebabkan kenaikan harga roti bakar yang mungkin dapat mengurangi pembeli.
·         Bila hujan turun maka orang malas keluar rumah sehingga pembeli tidak begitu banyak (jarang).



BAB 5
PERENCANAAN KEUANGAN

Total biaya pembangunan usaha Toko Roti Bakar tersebut sebesar Rp 17.750.000,- dengan rincian sebagai berikut =

1.         Biaya Tetap (Fixed Cost)
-Kontrak toko/bulan                                        Rp    1.000.000,-
-Kursi, meja, lemari                                         Rp    5.000.000,-
-Pemanggang roti 3 unit                                  Rp       750.000,-
-Kompor gas 3 unit                                         Rp    1.200.000,-
-Peralatan memasak lainnya                            Rp    2.500.000,-
-Peralatan makan-minum                                Rp    2.500.000,-
-Kulkas                                                            Rp    1.500.000,-
-Listril, air, dll                                                 Rp       300.000,-
-Pembuatan banner, stiker daftar harga          Rp         50.000,-
Total                                                               Rp 14.800.000,-

2.         Biaya Variabel (Variable Cost) per Bulan
-Roti                                                    Rp       500.000,-
-Aneka macam selai                            Rp       300.000,-
-Coklat dan ceres                                Rp       300.000,-
-Kacang                                               Rp       200.000,-
-Keju                                                   Rp       300.000,-
-Pisang                                                Rp       200.000,-
-Susu                                                   Rp       300.000,-
-Mentega/margarin                              Rp       200.000,-
-Aneka macam buah                           Rp       300.000,-
-Aneka rasa ice cream                         Rp       300.000,-
-Es batu                                               Rp       150.000,-
-Gas                                                     Rp       300.000,-
-Plastik, kertas roti, sedotan, dll         Rp       250.000,-
Total                                                   Rp   3.500.000,-

3.      Total Biaya (Total Cost)
TC = TFC + TVC
TC = Rp 14.800.000,- + Rp 3.500.000,-
TC = Rp 18.300.000,-

4.      Daftar Harga
-Harga Roti Bakar Buah                     = Rp    15.000,-
-Harga Roti Bakar Es Krim                = Rp    15.000,-
-Harga Roti Bakar Coklat                   = Rp    10.000,-
-Harga Roti Bakar Keju                      = Rp    10.000,-
-Harga Roti Bakar Coklat Keju          = Rp    13.000,-
-Harga Roti Bakar Pisang Coklat       = Rp    13.000,-
-Harga Roti Bakar Pisang Keju          = Rp    13.000,-
-Harga Roti Bakar Coklat Kacang      = Rp    13.000,-
-Harga Jus Buah                                  = Rp    10.000,-
-Harga Es Buah                                   = Rp    13.000,-
-Harga Es Krim                                   = Rp    13.000,-


5.      Pendapatan
Target penjualan roti bakar per hari adalah 30 porsi. Waktu berjualan Senin-Minggu. Atau dalam sebulan menjual 600 porsi.
Pendapatan Harian      = Rp 10.000,- x 30       = Rp    300.000,-
Pendapatan Bulanan   = Rp 300.000,- x 20     = Rp 6.000.000,-

6.      Penghitungan Harga
Harga Pokok/Biaya Variabel                                                  =  Rp 3.500.000,-
Hpp per Porsi                          = Rp 3.500.000,- / 600            =  Rp 5.833,- ≈ Rp 6.000,-
Laba yang diinginkan             = Rp 10.000.- ─ Rp 6.000,-    =  Rp 4.000,-

7.      Analisis Titik Impas (Break-Event Point)
BEP = Biaya Tetap = Rp 18.300.000,- = 4575 porsi
            Profit               Rp 4.000,-
Berarti akan BEP dalam = 4575/600 = 7.625 bulan

SUMBER DANA INVESTASI
Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman dari bank, yaitu:
Modal sendiri  : Rp    9.150.000,00    (50%)
Kredit Bank    : Rp    9.150.000,00    (50%)
Total                 Rp  18.300.000,00 (100%)

BAB 6
PENUTUP


A.  Antisipasi Masa Depan
Sebagai wirausahawan yang baik, kami tidak akan membiarkan usaha ini berjalan secara mendatar. Kami akan terus mencoba memperbaiki kualitas pekerjaan kami, agar para peminat atau konsumen puas atas pelayanan dan citarasa roti yang kami buat. Karena apabila kualitas roti  kami tidak kami tingkatkan kemungkinan besar usaha ini tidak akan maju dan terancam bangkrut.


B. Kesimpulan
Menurut kami usaha ini dapat berkembang dan akan mencapai keberhasilan. Kami sangat yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus berkembang karena dilakukan oleh orang–orang yang mempunyai kualitas dalam menjalankan setiap pekerjaan. Kami sadar bahwa usaha ini tak akan langsung berkembang pesat tapi kami akan terus berjuang untuk terus menjalankan dan mengembangkan usaha ini.


KREDIT PERMATA BANK
Dunia usaha di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, hal ini terlihat dengan semakin banyaknya pengusaha-pengusaha baru bermunculan di dunia industri. Perkembangan dunia usaha tentunya memberi sinyalemen positif bagi ekonomi di Indonesia yang secara langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi makro di Indonesia.

Pertumbuhan dunia industri yang pesat tentunya membutuhkan dukungan finansial dari lembaga keuangan sebagai modal usaha dalam rangka pengembangan usaha. Begitu pentingnya peran lembaga keuangan sebagai mitra bisnis bagi para pengusaha dalam meningkatkan usahanya dan tentunya diharapkan dapat menjadi penyokong dana bagi para pengusaha itu sendiri.

Permata Bank sebagai lembaga keuangan melihat perkembangan dunia usaha sebagai suatu hal yang positif dan melihat hal ini sebagai suatu peluang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pengusaha yang nantinya diharapkan menjadi mitra bisnis yang selalu dapat membantu para pengusaha di Indonesia, Permata Bank senantiasa memiliki komitmen untuk mewujudkan harapan dari setiap perencanaan terhadap perusahaan anda.

Dengan macam produk yang dimiliki oleh Permata Bank, fasilitas Kredit Permata Bankmerupakan salah satu komitmen Permata Bank yang telah dimiliki sejak awal berdirinya yang ditujukan untuk mengembangkan dunia usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan turut serta dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional.

Jadi tunggu apalagi untuk para pengusaha, dalam kesempatan ini kami menawarkan produk dan layanan Permata Bank dengan bunga sangat menarik dan kompetitif.



Produk Kredit Permata Bank

A. Kredit Modal Kerja (KMK)
Merupakan salah satu layanan unggulan dari Permata Bank yang bertujuan membiayai tambahan modal kerja. Meliputi penambahan piutang dan tambahan persediaan. Seiring berkembangnya usaha dan meningkatnya kebutuhan modal kerja, Permata Bank selalu siap melayani kebutuhan penambahan plafond (suplesi) kredit.
Permata Bank memberikan alternatif bentuk pembiayaan kredit sebagai berikut :
·                     Skim plafond kredit menurun dengan jangka waktu maksimal 3 tahun
·                     Skim plafond kredit tetap dengan jangka waktu maksimal 1 tahun.
Dalam pengajuan kredit modal kerja, para nasabah disyaratkan untuk menyediakan dana sendiri minimum sebesar 30% dari total kebutuhan modal usaha.

B. Kredit Investasi (KI)
Kredit Investasi merupakan solusi tepat bagi para pengusaha yang membutuhkan pembiayaan investasi awal yang hendak dilakukan para nasabah. Kredit investasi (KI) adalah kredit yang ditujukan untuk pembiayaan fixed asset (mesin, bangunan, kendaraan, dsb) Penambahan asset perusahaan ini, tentu akan semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi perusahaan anda.   
KI     = TPC - SDS
TPC  = Total Project Cost
SDS  = Sharing Dana Sendiri min 35%

Suku bunga dan persyaratan umum yang berlaku sesuai dengan KMK. Kredit Investasi ini memiliki jangka waktu s/d 5 tahun. Dengan plafond Minimal sebesar Rp. 500.000.000, - (Lima Ratus Juta Rupiah) hingga 40 Miliar Rupiah.

Persyaratan umum :

A. Syarat Pemohon
1.             Tidak termasuk dalam Daftar Kredit Macet BI / Daftar Hitam BI.
2.             Warga Negara Indonesia berusia 21 tahun atau telah menikah.
3.             Telah didirikan / berpengalaman dalam usaha yang dijalankan minimal 2 tahun tanpa terputus
4.             Kondisi keuangan / Laporan Keuangan 2 tahun terakhir harus laba.

B.  Dokumen-dokumen yang harus dilengkapi
·                     Perorangan :
o                  Foto copy KTP (suami dan isteri)
o                  Foto copy Kartu Keluarga (Jika sudah menikah/berkeluarga)
o                  Foto copy Surat / Akta Nikah
·                     Badan usaha :
o                  Foto copy KTP (para pengurus dan Komisaris)
o                  Foto copy Akta Pendirian, Akta Perubahan
o                  Foto copy Surat Keputusan Pengesahan Menteri Kehakiman dan Lembaran Berita Negara
·                     Dokumen Tambahan lainnya untuk Perorangan & Badan Usaha :
o                  Pas foto ukuran 4 x 6 masing - masing 2 buah
o                  Foto copy Surat Keterangan Ganti Nama
o                  Foto copy Surat WNI / WNA
o                  Foto copy NPWP
o                  Foto copy SIUP / TDUP / SIUJK
o                  Foto copy TDP yang masih berlaku
o                  Foto copy Perijinan lain yang dipersyaratkan untuk usaha tersebut
o                  Foto copy SPPT PBB tahun terakhir dan tanda pelunasannya
o                  Foto copy SPK / Surat Perintah Kerja lainnya selama 1 tahun terakhir
o                  Foto copy rekening Koran 6 bulan terakhir dari BNI / Bank lain
o                  Foto copy Sertifikat hak Milik / HGB an. Calon peminjam, Badan usaha, Pengurus Perusahaan
o                  Foto copy IMB bagi tanah yang ada bangunannya
o                  Foto copy Laporan Keuangan 3 tahun terakhir berupa Laporan Neraca dan Rugi Laba.
C.  Biaya administrasi, biaya provisi, biaya asuransi dan biaya notaris
      (sesuai ketentuan yang berlaku)
1. Biaya Provisi
Jenis Kredit
Status Nasabah
Tarif Dasar
Ritel
Baru
1.25 %
Komersil
Baru / Lama
1.25 % / 0.75 %
Menengah
Baru / Lama
1.00 % / 0.50 %

2. Biaya Administrasi
Besarnya Kredit
Tarif Minimum
Sampai dengan Rp.50 Juta
Rp.   100.000,-
> Rp.50 Juta – Rp.100 Juta
Rp.   150.000,-
> Rp.100 Juta s/d Rp.500 Juta
Rp.    250.000,-
> Rp.500 Juta s/d Rp.1 M
Rp.    350.000,-
> Rp.1 M s/d Rp.3 M
Rp.    750.000,-
> Rp.3 M s/d Rp.10 M
Rp. 2.000.000,-
> Rp.10 M s/d Rp.25 M
Rp. 2.500.000,-
> Rp.25 M s/d Rp.50 M
Rp. 7.500.000,-





Reaksi:

0 komentar :

Posting Komentar